• Samir Qumsieh berasal dari keluarga Kristen besar dan sangat terhormat di kota Bet Sahour, dekat Kota Betlehem. Selama empat dekade lalu, dia memperjuangkan hak-hak minoritas umat Kristen di kawasan yang sudah semakin merosot jumlahnya. Dia bahkan berani berbicara menentang penaklukan umat Kristen yang tengah berdiam di bawah kekuasaan Hamas di Jalur Gaza.

  • Kerapkali dia mendapatkan ancaman maut. Dia pun menjadi sasaran serangan bom minyak.

  • "Solusinya berawal dari taman kanak-kanak, dengan sekolah dasar. Dimulai dengan gereja, dengan masjid dan kurikulum sekolah. Kurikulum itu sangat penting ---yang berkaitan dengan kaum Yahudi, Kristen dan Muslim. Seharusnya kurikulum berpusat pada penerimaan terhadap 'yang lain'. Jika ide ini dijalankan maka generasi masa datang bakal menjadi liberal dan berpikiran terbuka." — Samir Qumsieh.

  • "Setiap hari kita dengar dan melihat sejumlah ulama Muslim radikal berbicara keras melawan umat Kristen. Baru saja, salah seorang sheik mengatakan bahwa umat Kristen Koptik seharusnya dibantai seperti domba. Di manakah keamanan Mesir? Jika saya bertanggung jawab terhadap keamanan Mesir, akan saya perintahkan sheik itu langsung ditangkap dan dibiarkan membusuk di sel bawah tanah yang gelap." — Samir Qumsieh.

  • "Guna memahami betapa parahnya situasi ini, mari kita ingat bahwa pada era 1950-an, sekitar 86% populasi kawasan Betlehem adalah Kristen. Kini, kami hanya 12%. Di Israel, sebaliknya, kami punya 133.000 umat Kristen dan angkanya stabil. Tentu saja saya khawatir dengan masa depan umat Kristen di sini."— Samir Qumsieh

  • "Saya takut akan datang harinya ketika gereja-gereja kita menjadi museum. Ini mimpin buruk saya."— Samir Qumsieh.

TAK PERLU DIRAGUKAN --- Samir Qumsieh adalah salah satu pemimpin Kristen paling berani di Timur Tengah. Dialah satu dari segelintir orang yang bersedia berisiko bertarung hidup untuk berbicara menentang penyiksaan umat Kristen yang dilakukan oleh kaum Muslim di berbagai kawasan Palestina dan di Timur Tengah umumnya.

Samir Qumsieh berasal dari keluarga Kristen besar dan sangat terhormat di kota Bet Sahour, dekat Kota Betlehem. Selama 4 dekade, dia memperjuangkan hak-hak minoritas umat Kristen yang semakin merosot jumlahnya di kawasan itu. Dia bahkan berani berbicara menentang penaklukan umat Kristen yang tengah berdiam di bawah kekuasaan Hamas di Jalur Gaza.

Penderitaan menyedihkan umat Kristen yang berdiam di bawah kekuasaan Otoritas Palestina dan Hamas adalah persoalan yang benar-benar tabu dibicarakan. Namun Qumsieh tetap gigih --- dan dia harus membayar harganya. Kerapkali dia mendapat ancaman maut. Dia jadi sasaran serangan bom minyak. Kaum Muslim ekstrim membagi-bagikan selebaran di kawasan Betlehem, mengecam dia karena pandangan-pandangannya blak-blakan demi kepentingan umat Kristen yang teraniaya.

Samir Qumsieh.

Bagaimanapun, kampanye intimidasi tidak menghalangi Qumsieh untuk membela mereka.

Dalam sebuah wawancara dengan Gatestone Institute, tokoh Kristen terkemuka pendiri stasiun televisi swasta Nativity TV Station in Bet Sahour itu menuduh Pemerintah Obama gagal menaklukan ISIS dan Islam radikal. Dikatakannya, dia yakin bahwa Presiden Terpilih Trump bakal "menghabisi" ISIS.

Diungkapkannya juga bahwa sebuah "mafia kaum Muslim" telah mencuri lahan umat Kristen di kawasan Betlehem.

Sebagai tokoh Kristen terkemuka Palestina yang berdiam di Timur Tengah, bagaimana anda menilai peran Pemerintahan Obama dalam perang melawan ISIS?

Presiden Obama adalah ayah spiritual ISIS. Pemerintahannya dan dia sendiri tidak serius soal upaya memerangi ISIS. Itu sebabnya saya benar-benar yakin dan banyak fakta mengukuhkan pemikiran saya. Tatkala melihat hal ini hendak terungkap, dia akhirnya bertindak meskipun tidak serius. Dia mengumumkan adanya uang tebusan atas (Pemimpin ISIS) Abu Bakar Al-Bagdadi lalu mulai memberi tahu kita bahwa dia melancarkan pemboman terhadap ISIS dan seterusnya.

Bagaimana anda jelaskan sikap Obama yang menolak menggunakan istilah Islam radikal?

Jika kau tanyakan, akan saya kisahkan hal sebenarnya: Saya ragu Obama itu Kristen. Sungguh, saya ragu. Selama pemerintahannya, ISIS muncul dan umat Kristen benar-benar sangat menderita. Ijinkan saya bertanya. Apakah itu ISIS? Mengapa mobilisasi kekuatan seluruh dunia belum mampu membasminya? Siapa bisa meyakinkan saya? Tatkala Amerika menggulingkan Saddam Hussein, yang mempunyai angkatan bersenjata yang sangat besar dan kuat, dia jatuh. Tetapi ketika sampai pada ISIS, bagaimana bisa mereka masih saja ada?

Percayakah anda bahwa presiden terpilih Donald Trump bakal mendukung sikap lain terhadap ISIS?

Memang saya percaya. Trump bakal melenyapkan ISIS. Jika Hilary Clinton menang, saya yakin ISIS bakal berlanjut dan berkembang subur. Dalam pandangan saya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan adalah "ayah" ISIS dan Hilary Clinton adalah "ibu"-nya.

Saya punya teman seorang pelukis. Dia melukis foto-foto pada presiden. Omong-omong, dia itu Muslim. Kami kirimkan lukisan-lukisannya kepada Raja Abdullah, kepada Mahmud Abbas dan Paus. Dia pernah melukis gambar Obama, dengan latar belakang bagian depan Gereja Kelahiran Yesus (Church of Nativity). Dua bulan dia kerjakan dan menghabiskan banyak uang. Ketika lukisan itu dikirimkan kepada Obama melalui Konsulat Jenderal AS di Yerusalem, mereka tidak menghiraukannya sehingga tidak mengirimkan surat ucapan terimakasih kepada sang pelukis, walau saya secara pribadi berbicara kepada pihak konsulat tentang hal ini. Kepada mereka saya kata, "Tuan-tuan, ini memalukan. Sedikitnya kirimkan surat ucapan terimakasih kepada laki-laki ini.' Konsulat Jenderal masa itu datang ke kantor saya mengambil lukisan. Bukankah pelukisnya pantas mendapatkan sedikitnya sebuah surat ucapan terimakasih?

Apakah anda katakan bahwa Obama tidak lakukan apa-apa untuk membantu kaum Kristen di Timur Tengah?

Sama sekali tidak. Seperti saya katakan, saya pikir dia tidak serius soal memerangi ISIS yang sangat merugikan umat Kristen.

Menurut anda, apakah cara terbaik untuk memerangi ekstremisme relijius?

Selalu saya katakan bahwa solisi terhadap ekstrimisme itu bukan lewat militer atau keamanan. Solusinya berawal dari taman kanak-kanak, dengan sekolah dasar. Dimulai dengan gereja, dengan masjid dan kurikulum sekolah. Kurikulum itu sangat penting --- berkaitan dengan kaum Yahudi, Kristen dan Muslim. Seharusnya kurikulum berpusat pada penerimaan terhadap "yang lain". Jika ide ini dijalankan maka generasi masa datang bakal menjadi liberal dan berpikiran terbuka.

Tetapi bukankah huru-hara serta aksi kejam di Timur Tengah itu akibat dari ekstremisme agama?

Konflik akhir-akhir ini di seantero kawasan adalah perang agama dan sektarian. Turki, Arab Saudi dan Qatar itu Sunni. Mereka melawan Iran, Hizbulah di Libanon serta rejim Alawit Bashar Assad di Suriah. Jadi kita tengah menyaksikan perang agama dan sektarian. Ini bukan sekedar konflik antara Sunni dan Shiah.

Sebagai umat Kristen, apa yang anda rasakan ketika menyaksikan apa yang terjadi atas umat Kristen di Timur Tengah, khususnya pemboman terhadap sebuah gereja di Mesir baru-baru ini?

Yang terjadi itu sangat menyedihkan, khususnya pemboman sebuah gereja. Saya kira pihak berwenang Mesir harus bertindak tegas. Setiap hari kita dengar dan melihat sejumlah ulama Muslim radikal berbicara keras terhadap umat Kristen. Baru saja, salah seorang sheik katakan bahwa umat Kristen Koptik seharusnya dibantai seperti domba. Di manakah keamanan Mesir? Jika saya bertanggung jawab terhadap keamanan Mesir, akan saya perintahkan sheik itu langsung ditangkap dan dibiarkan membusuk di sel bawah tanah yang gelap.

Apakah anda tahu para ulama Muslim Palestina yang juga berbicara bebas terhadap umat Kristen?

Ya. Jumad kemarin (23 Desember, pen, JEL) salah seorang sheik di masjid berbicara dengan nada mengancam terhadap umat Kristen. Dikatakannya bahwa kaum muda Muslim tidak boleh meniru kaum muda Kristen dan seharusnya tidak mengucapkan selamat kepada mereka pada Hari Natal. Juga dikatakannya bahwa kaum Muslim tidak boleh berbisnis dengan umat Kristen. Sang sheik mengungkapkan sejumlah hal yang sangat mengancam umat Kristen.

Apakah umat Kristen memprotes aksi penghasutan dari sheik itu?

Sepupu saya, seorang pensiunan perwira dalam Departemen Keamanan Intelijen Otoritas Palestina menerbitkan sesuatu tentang kotbah Jumad di Facebook. Keesokan harinya harus dia hapuskan postingan itu karena tampaknya dia mendapat ancaman atau seperti itu. Tatkala memberi tahu sepupu saya, bahwa saya akan berbicara kepada Jaksa Agung Otoritas Palestina soal itu, dia meminta saya untuk tidak berbicara kepada siapapun. Sepupu saya mengatakan, "Tolong jangan bicara soal ini karena ada 40 keluarga Kristen kita di kawasan itu (tempat sheik itu berdiam). Jelaslah bagi saya bahwa sepupu saya mendapat ancaman walau tidak diakuinya.

Bagaimana bisa anda jelaskan hubungan antara umat Kristen dan Muslim di kawasan Betlehem?

Obyektif berbicara, ada jutaan umat Muslim yang baik. Saya punya banyak sahabat Muslim yang akrab yang saya anggap saudara. Persoalan bukanlah umat Muslim. Persoalan sebenarnya adalah Islam radikal. Dalam Islam, ada berbagai pernyataan dan setiap umat Muslim tergantung pada iman dan sikapnya, memilah-milah apa yang cocok baginya. Sejumlah ayat menyerukan perdamaian dan menjelaskan umat Kristen sebagai "Ahluk Kitab" dan orang-orang baik. Ada juga sejumlah ayat yang menjelaskan kita sebagai kafir dan orang-orang penuh dosa. Setiap orang memilih apakah yang menarik baginya. Menurut pengetahuan sederhana saya, ayat-ayat itu tidak bertanggal. Saya pikir bahwa jika tidak bertanggal, maka ayat-ayat baru menggantikan ayat-ayat lama.

Setahu saya, anda pribadi menjadi sasaran ancaman serta serangan kejam. Bisa jelaskan?

Ya, saya hadapi banyak sekali perundungan. Pada 2006, saya bahkan diserang dengan bom Molotov. Selebaran yang berbicara menentang saya pernah diedarkan.

Apakah tuduhan utama atas anda? Mengapa sejumlah umat Muslim marah kepada anda?

Tatkala menyaksikan pelanggaran terhadap tanah umat Kristen di sini, saya protes.

Benarkah umat Muslim secara melawan hukum menjarah properti umat Kristen di Betlehem

Ada mafia penjarah tanah-tanah umat Kristen. Saya protes mafia Muslim itu. Bahkan saya kumpulkan massa dalam jumlah besar. Saya undang 80 orang ke rumah saya. Mereka termasuk elit masyarakat ---Muslim dan Kristen. Semua mereka bergabung dalam protes saya. Langsung pada malam hari itu juga, selebaran diedarkan di Betlehem mengancam untuk membunuh saya.

Apakah yang Otoritas Palestina lakukan untuk membantu anda melawan mafia ini?

Masih ada banyak kasus yang belum diputuskan terkait pencaplokan tanah. Kasus-kasus itu sudah masuk pengadilan, tetapi sistem pengadilan kami kan sangat lamban. Jika ajukan perkara anda pergi ke pengadilan, anda harus menunggu 15 – 20 tahun. Baru-baru ini, kami perhatikan pelanggaran menurun tajam karena karena kami sudah membicarakannya dengan pihak Otoritas Palestina serta mendesak mereka soal ini. Kini, hanya ada segelintir kasus seperti ini terjadi. Kami ingin semua kasus itu bakal diselesaikan.

Ada diskriminasi terhadap umat Kristen yang berdiam di bawak kekuasaan Otoritas Palestina?

Orang tidak bisa katakan ada diskriminasi resmi. Presiden Abbas menghadiri misa Natal tengah malam. Perdana Menterinya menghadiri acara menyalakan lilin pohon Natal. Tetap saja, hanya bisa saya katakan bahwa di antara masyarakat kami, anda temukan sejumlah orang berpemikiran ekstrem radikal. ISIS itu pemikiran. Ada umat Kristen bekerja di lingkungan Otoritas Palestina, tetapi tidak banyak. Kami punya walikota Kristen dan begitulah seharusnya. Bethlehem, Bet Sahour dan Bet Jala punya walikota Kristen, walau sejumlah kalangan menuntut agar ini diganti karena Kristen itu minoritas. Yang menguntungkan, Otoritas Palestina tidak menanggapi berbagai tuntutan ini.

Anda percaya bahwa pemimpin Kristen cukup berjuang untuk membela kepentingan masyarakat mereka?

Sejujurnya, tidak saya ingin harinya tiba kala Gereja Makam Suci (Church of the Holy Sepulcher) serta Gereja Kelahiran Yesus (Church of the Nativity) berubah menjadi museum. Sebaliknya, saya dambakan bisa menangkap harapan peluang sehingga mendorong para pemimpin kami untuk menangani persoalan sekaligus menemukan solusinya. Pengusaha Kristen manapun yang tertarik dalam isu Kristen secara umum harus datang berinvestasi di sini. Kami ingin mereka membangun proyek, termasuk proyek perumahan. Kami juga berharap berbagai proyek itu memberikan pekerjaan bagi kaum muda Kristen. Persoalan terbesar yang sedang kami hadapi adalah emigrasi umat Kristen. Memang ada sejumlah umat Kristen membantu, tetapi itu dilakukan pada skala sangat terbatas. Tetapi tidak bisa saya katakan bahwa para pemimpin Kristen (Christian patriarchates) melakukan upaya terbaik mereka. Beberapa dari mereka jauh dari umat bahkan tidak peduli kepada kami. Kami ingin umat Kristen kaya datang ke sini membangun proyek pelopor. Tidak cukup mengatakan, 'Saya cinta umat Kristen dan peduli terhadap mereka.' Cinta ini harus diperlihatkan lewat tindakan.

Apakah anda khawatir soal semakin banyak jumlah umat Kristen meninggalkan Tepi Barat serta Jalur Gaza?

Pernah, 5.000 umat Kristen berdiam di Jalur Gaza. Kala Hamas mengambil alih Jalur Gaza pada 2006, umat Kristen mulai dirundung dan didiskriminasi. Kini, hanya 1.000 umat Kristen berdiam di sana. Di kawasan Betlehem ada sekitar 40.000 umat Kristen. Bersama-sama, ada sekitar 42.000 umat Kristen tersisa di Tepi Barat. Ada dua alasan di balik merosotnya angka-angka itu. Yang pertama adalah emigrasi yang terus berlangsung, yang menjadi mimpi buruk bagi kami. Kedua, rendahnya angka kelahiran di kalangan keluarga Kristen. Guna memahami betapa parahnya situasi ini, mari kita ingat bahwa pada era 1950-an, sekitar 86% populasi kawasan Betlehem adalah Kristen. Kini, kami hanya 12%. Di Israel, sebaliknya, kami punya 133.000 umat Kristen dan angkanya stabil. Tentu saja saya khawatir dengan masa depan umat Kristen di sini. Memperhatikan fakta-fakta di lapangan, anda bisa melihat bahwa tidak ada harapan bagi umat Kristen di sini. Kami melarut. Menghilang. Saya takut, akan datang harinya ketika gereja-gereja kami bakal menjadi museum. Itulah mimpi buruk saya.

Khaled Abu Toameh, adalah wartawan Arab Israel pemenang hadiah jurnalistik, yang berbasis di Yerusalem.

Topik Terkait:  Israel, Otoritas Palestina, Persecution of Christians
Recent Articles by
terima informasi terbaru lewat email: berlangganan secara gratis kepada gatestone institute kiriman daftar.

id