Selama dua tahun, saya melancarkan kampanye bersama sesama kaum Muslim yang berpikiran bebas di American Islamic Forum for Democracy (organisasi nirlaba yang saya bentuk guna melawan Islamisme) bagi pembebasan blogger Saudi yang gagah berani Raif Badawi. Dan selama dua tahun pula komunitas Muslim arus utama dan Pemerintahan Obama masih relatif diam terhadap kasusnya.

Ketika kaum Muslim Amerika mengangkat suara beramai-ramai. penuh luapan marah yang biadab karena Tahera Ahmad menuduh dia ditolak untuk bisa mendapatkan satu kaleng Diet Coke di pesawat terbang, maka Raif Baidawi merana di penjara karena efektif dijatuhi hukuman mati dengan cambuk. Berbagai organisasi Muslim Amerika seperti Council on American-Islamic Relations (Dewan Hubungan Islam – Amerika -- CAIR), Islamic Society of North America (Masyarakat Islam Amerika Utara -- ISNA) dan lain-lainnya belum pernah berbicara mendukung seorang pria yang tengah dianiaya karena mempertanyakan pendirian relijius Wahabi. Jika berbagai organisasi ini tidak secara teratur mengomentari status kaum Muslim di luar negeri, maka ia berangkali kurang dikenal. Tetapi mereka melakukannya dan dengan demikian, sikap diam membuat mereka menjadi tuli bahkan ketika sikap munafik mereka dapat diramalkan.

Kini, kasus Raif menjadi jauh lebih mendesak dibanding sebelumnya. Terlepas dari munculnya kecaman dari sejumlah pemimpin dunia dan luasnya dukungan para aktivis, sistem dan pengadilan tertinggi Arab Saudi yang tidak adil mengumumkan hari Minggu bahwa mereka akan menegakkan keputusan pengadilan yang lebih rendah untuk menghukum Raif karena pemikiran kaum reformisnya yang bebas dinilai sebagai kejahatan. Untuk itu, dia diganjari hukuman sepuluh tahun penjara dan 1.000 cambuk, sebuah hukuman brutal yang bakal membunuhnya sebelum pencambukan selesai dilakukan. Keluarga Raif dan para pendukungnya takut bahwa pencambukan akan dimulai lagi Jumad. Sebelumnya, hukuman cambuk dihentikan karena kesehatan Raif yang memburuk.

Januari ini, saya memulai aksi advokasi lain kebebasan beragama. Khususnya dalam upaya untuk secara sukarela menerima jatah hukuman Raif dengan dicambuk sebagai penggantinya, guna memperpanjang hidupnya sekaligus memperlihatkan kepada kejamnya hakikat penyiksaan badani Saudi Arabia. Kami lalu mengundang orang-orang lain untuk bergabung. Dan, hingga hari ini sudah berhasil dikumpulkan tanda tangan dari 1,117 orang yang bersedia menerima cambukan demi Raif.

Salah satu hambatan luar biasa bagi keadilan Raif Baidawi adalah Saudi Arabia menolak Raif mendapatkan orang yang bersedia menjadi wakilnya untuk menerima hukuman yang memadai. Kenyataannya, Waleed Abu al-Khair juga dijatuhi hukuman hingga 15 tahun di penjara. Dia pun dituduh dengan "kejahatan" "membesar-besarkan opini publik" dan "menganggu reputasi kerajaan." (Isteri Waleed kebetulan adalah Samar Badawi, yang menjalani hukuman penjara di Saudi Arabia karena "tidak patuh pada orangtua" karena menantang ayahnya yang kejam. Samar kini menjadi pemimpin dalam gerakan hak asasi kaum wanita.)

Raif Badawi (kiri) dan penasehat hukumnya, Waleed Abu al-Khair.

Kini, dunia yang bebas seharusnya menekan setiap titik tekanan yang mungkin ada kemudian mengirimkan tuntutan global kepada para pemimpin Saudi Arabia atas nama Raif Badawi dan Waleed Abu al-Khair. Natan Sharansky, seorang penentang Soviet yang berani mengungkapkan tekanannya dengan menulis artikel dalam Washington Post Februari lalu berkaitan dengan Saudi Arabia. Judulnya, "Trust the Dissidents, not the Diplomats," (Percayalah Kepada Penentang, bukan Diplomat). Pada titik ini, satu-satunya pilihan yang tersisa bagi Raif adalah Raja Salman menganugerahkan pengampunan kepadanya.

Kelompok-kelompok Islamis Amerika seperti CAIR, ICNA, MAS dan ISNA tidak dan tidak akan berbicara atas nama Raif atau Waleed, berkaitan dengan ikatan dan simpati mereka yang kuat dengan lobi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI)--- sebuah mafia kaum Islamis global dari 57 negara-negara mayoritas Muslim yang kini berbasis di luar Jedah. OKI tidak bakal bertindak apa-apa. Nyatanya mereka tidak pernah lebih berani. Namun pekan lalu, organisasi itu menjadi tuan rumah sebuah konperensi bertemakan "Melawan sikap tidak toleran, stereotip negara dan stigmatisasi serta diskriminasi, penghasutan untuk beraksi kejam dan kekejaman terhadap orang berbasis agama atau keyakinan" (alias undang-undang pencemaran agama. Tepatnya apa yang sedang Raif alami. Dia mendapat cambukan karena melakukan hal itu, di dekat jalan itu). Tempat penyelenggaraan konperensi kurang dari satu mil dan separuh jarak dari tempat Raif akan dicambuk.

Di sini saya harus ulangi lagi satu dari pernyatan terakhir kami dalam kasus yang sangat penting ini;

Jangan buat kesalahan. Sebagai organisasi Muslim Amerika yang mendedikasikan diri untuk reformasi dan modernisasi, kami di AIFD adalah Raif Badawi! Penjara-penjara pemerintahan Islamis mulai dari Kerajaan Saudi Arabia hingga Iran, Pakistan, Turki dan negara-negara lain dari Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) penuh dengan para narapidana yang punya pandangan politik atau agama berbeda dari negara mereka, yang suara-suaranya menyampaikan kunci kebebasan individu di segala penjuru masyarakat mayoritas Muslim.

AIFD meminta Presiden Barack Obama dan pemerintahannya untuk memohon kepada pihak berwenang Saudi atas nama Raif Badawi. Bagaimana Amerika Serikat bisa mempertahankan ikatannya sebagai "sekutu" dengan negara yang siap menyiksa, memenjarakan, dan mungkin membunuh orang karena kejahatannya mempertanyakan para ulama? Nilai-nilai Amerika meminta agar kita berdiri bersama mendukung Raif Badawi – kukuh, tegas dan mulus. Kasus Badawi akan menimbulkan reaksi bagi seluruh Kerajaan Saudi Arabia dan di sekitarnya.

Jika Badawi dibiarkan merana di penjara, disiksa dengan cambuk dan lumpuh karena denda tinggi yang tak bisa dibayarkannya atau lebih parah lagi dibunuh karena mengajukan pertanyaan paling mendasar dan mengeluarkan tantangan yang sama seperti yang kami lakukan— maka masa depan kaum Muslim—penentang atau bukan—di seluruh dunia akan makin suram. Hingga kini Pemerintahan Obama belum mengambil sikap dalam pertempuran dalam "rumah Islam" ini --- dan dengan setiap sikap untuk menolak mendukung kekuatan kemerdekaan yang nyata, maka jauh lebih banyak suara dibungkam karena takut, intimidasi dan aksi kekerasan.

Nama Raif Badawi's dan Waleed Abu Al-Khair harus diucapkan dari mulut Presiden Obama setiap hari dari mimbar penggertak Gedung Putih hingga mereka dibebaskan. Apapun posisinya, Amerika Serikat adalah pembela dan fasilitator para penindas terbesar dunia atas kaum Muslim yang berpikir bebas. --- Merekalah kalifah baru mafia teokratis OKI dan basis utama Saudi Arabia mereka (diterjemahkan 'Qaeda').

Dr. M. Zuhdi Jasser, M.D. adalah Presiden dari American Islamic Forum for Democracy (Forum Islam Amerika bagi Demokrasi) yang berbasis di Phoenix serta pengarang buku berjudul, "A Battle for the Soul of Islam: An American Muslim Patriot's Fight to Save his Faith" (Pertempuran bagi Jiwa Islam: Seorang Patriot Muslim Amerika Berjuang untuk Menyelamatkan Imannya). Dia adalah mantan Letnan Komandan AL, AS.

Topik Terkait:  Arab Saudi
Recent Articles by
terima informasi terbaru lewat email: berlangganan secara gratis kepada gatestone institute kiriman daftar.

id